Tampilkan postingan dengan label OFFROAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OFFROAD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Hobi Ekstrem Pacu Adrenalin

Beragam cara dilakukan orang untuk memenuhi kepuasan. Mulai dari yang biasa-biasa saja hingga kegiatan ekstrem yang bisa memacu adrenalin. Off-road misalnya. Hobi off-road bisa membuat kita geleng-geleng kepala. Bayangkan saja, untuk mengubah satu unit mobil standar menjadi kendaraan yang siap mengikuti kompetisi off-road, dibutuhkan biaya minimal Rp150 juta.

Itu pun belum mencapai perubahan sempurna. Sebuah angka yang tidak sedikit. Namun kalau sudah jadi hobi, jumlah seperti itu tidak akan menjadi penghalang.
Hadi Dahlan ( PUTHUL ), misalnya. Di usia 51 tahun, pria itu masih tetap aktif di setiap kegiatan off-road, pemilik sebuah bengkel itu sedang membawa mobil off-road jenis Jimny kutrik kesayangannya. 


Diakui, hobi yang digelutinya itu cukup mahal. “Mobil saya ini tipe kutrik tahun  80an" Untuk menjadikannya seperti sekarang, saya sudah habis Rp150 juta,” ujarnya bangga. Pemilihan warna kuning membuat kendaraannya terlihat lebih sangar dan gagah dengan ban-ban besar yang dipakai. Dengan menanam mesin asli berkekuatan besar, mobil itu mampu berjalan di medan sesulit apa pun. 

 Meski hobi off-road membutuhkan biaya tidak sedikit, ada kepuasan tersendiri. “Ada sesuatu yang membuat adrenalin kita menjadi terpacu. Itu seninya dalam off-road,” katanya.
Sebenarnya tidak sulit menyulap sebuah mobil menjadi kendaraan off-road. Rata-rata kendaraan yang dipakai untuk Off-road adalah Jimny atau Hardtop. Jimny memiliki keunggulan memiliki body ramping, sehingga tinggal mengubah mesin (kalau perlu) dan kaki-kaki mobil. Hardtop dari bentuknya memang sudah memiliki keunggulan. Body mantap plus tenaga kuat. “Yang susah, kalau CC kecil, pas dipakai di jalan yang terjal,” 

Didukung Penuh oleh Istri 
 Kalau sudah hobi, apa pun bakal dikorbankan demi hobi itu. 
Hobi off-road misalnya di Malang, banyak para off-roader bermunculan. 
Soal waktu dan uang, jangan ditanya lagi. Dalam satu kegiatan saja, para off-roader harus rela berada jauh dari keluarga selama berhari-hari. Belum lagi bongkar-pasang mesin serta alat-alat mobil lainnya, yang nilainya sampai ratusan juta rupiah. tapi pria itu mendapat dukungan penuh dari istrinya. Tak jarang, sang istri ikut menyaksikan ajang Off-road saat diadakan event KEJURDA. 
Supaya keluarga ikut mendukung, mereka harus diajak terjun dalam kegiatan tersebut. Itu dilakukan agar keluarga mengerti dan paham apa yang sedang dilakukan banyak juga kawan-kawan yang suka ajak istri atau keluarga mereka kalau sedang diadakan event offroad,
Selain itu, banyak hal lain yang bisa didapat dari hobinya itu. “Buat yang suka otak-atik mobil, bisa puas untuk bongkar mobil, karena kita selalu cek kondisi mobil,” katanya.

Lihat Foto-foto Offroad Lainnya disini 
 

Cara Aman Mengemudikan Mobil di Lintasan Off-road

Jika Anda menyenangi alam, melakukan perjalanan atau “travelling” akan menjadi  menu wajib di kala liburan atau akhir minggu. Khususnya bagi mereka yang gemar melakukan ekspedisi di tempat baru. Jalan rusak atau off-road pun harus ditaklukan. Bagi yang sudah punya jam terbang tinggi, tentu saja bisa melewatinya dengan mantap.
Namun bagaimana dengan mereka  yang belum pernah menjajaki trek tanah? Kemungkinkan akan dihantui rasa takut atau was-was. Berikut ini beberapa tips dan trik sebagai panduan ketika Anda ingin Anda mencoba kehebatan mobil kebanggaan di medan non-aspal.
  1. Pahami benar daerah yang dituju dan sesuaikan dengan kemampuan mobil yang akan digunakan. Anda tentu tidak akan memaksakan membawa sedan bila lintasan tersebut penuh dengan gundukan tanah atau sedikit terjal. Kalau dipaksakan, bukannya pengalaman menarik yang diperoleh, malah kesusahan. Mobil Anda bisa saja “terperangkap” atau rusak karena menerjang rintangan.

  2. Pastikan mobil yang Anda gunakan  'siap tempur'. Ketahui  ketinggian bagian kolong paling dekat ke permukaan tanah (ground clearence), sudut datang dan sudut pergi mobil. Dengan ini bisa diketahui mobil bisa melintas kubangan , tanjakan atau turunan dengan baik.

  3. "Jangan pernah membuat jalur baru meski terlihat lebih baik. Tetaplah dijalur yang sering dilewati karena sudah tentu lintasan tersebut aman," jelas juara nasional reli Indonesia, Rifat Sungkar. Selain itu jaga traksi agar stabilitas kendaraan bisa dikontrol.

  4. Subhan Aksa, pereli nasional menambahkan, "Jangan pernah tertipu oleh tikungan di depan Anda. Bisa jadi apa yang terlihat di depan mata, akan berbeda dengan yang berada di ujung. Lebih baik mengatur kecepatan saat memasuki tikungan dan pastikan di ujung tikungan tersebut aman untuk melanjutkan laju kendaraan."

    Hal ini menjadi sangat penting karena banyak pengemudi tergoda ingin nge-gas saat melihat sebuah tikungan besar padahal di ujung tikungan tersebut terdapat handycap yang cukup menantang seperti menyempit ataupun gundukan tanah yang mengilangkan daya jejak ban ke tanah.

  5. Sesuaikan kecepatan dengan kondisi trek dan stabilitas mobil. Jangan memaksa terlalu kencang ketika terjadi guncangan cukup besar. Selain membuat tidak nyaman, stabilitas kurang karena mobil cenderung liar.

    Tips lain dari Rifat dan Subhan  ketika memberi pengarahan di acara Family Gathering Mitsubishi minggu lalu, saat melintasi  jalan basah dan licin, kurangi kecepatan dan jangan melakukan manuver secara tiba-tiba. Read More 

[Foto] Suspensi Jeep Offroad, Mobil Jadi Seperti Laba-Laba

Mobil-mobil Jeep yang digunakan untuk Offroad pasti dirancang dan dimodikasi sedemikian rupa agar dapat melakukan pendakian atau berjalan disegala medan yang ekstrem seperti mendaki dan turun bukit dan gunung yang memiliki berbagai rintangan.
Salah satu fungsi yang sangat berperan untuk dapat melakukan offroad ini adalah suspensi yang khusus dirancang  agar dapat bergerak melintasi rintangan yang ada, suspensi tersebut bagaikan lengan dan kaki laba-laba…  
Mau liat bagaimana kecanggihan suspensi mobil-mobil Jeep Offroad ? sangat mengagumkan…mobil jeep jadi seperti layaknya seekor laba-laba…  

Foto-Foto Mobil Jeep Offroad 
Dengan Suspensi Khusus

Suspensi Jeep 1Suspensi Jeep 2Suspensi Jeep 3Suspensi Jeep 4Suspensi Jeep 5Suspensi Jeep 6Suspensi Jeep 7Suspensi Jeep 10Suspensi Jeep 11jpgSuspensi Jeep 13jpgSuspensi Jeep 14jpgSuspensi Jeep 15jpgSuspensi Jeep 16jpgSuspensi Jeep 21jpg

Weleh…Weleh…Mobil Jeep Seperti Laba-Lba
Bisa Ngerayap… ?

Lihat Hasil yang lain disini !!





Tren Modifikasi Offroad Jenis Rock Racing

  Rock Racing sebagai cabang baru Offroad di Amerika Serikat memang mengundangkan banyak pertanyaan dari para penggemarnya, bagaimana spesifikasi mobil tersebut agar dapat mengakomodir kebutuhan jalur speed offroad sekaligus jalur rock crawling. Hal tersebut menjadi tantangan sendiri bagi modifikator kendaraan Rock Racing.

Rock Racing sendiri merupakan olahraga offroad yang baru berkembang di Amerika semenjak 3 tahun silam. Offroad jenis ini menggabungkan cabang Desert Racing dan Rock Crawling. Dimana peserta dilepas berpasangan setiap 15 detik, untuk mengarungi kombinasi gurun pasir dan bukit bebatuan sepanjang 90 mil. Jika kita melihat langsung fisik daripada kendaraan Rock Racing, maka sepintas lebih mengingatkan kita kepada kendaraan Rock Crawling. Tetapi, dimana perbedaan lainnya?

MESIN :
KLIK GAMBAR>>

Rock Racing membutuhkan mesin yang memiliki horsepower besar, karena offroad jenis ini menuntut peserta untuk memacu maksimal kendaraannya di bagian gurun pasir. Tentunya hal ini berbeda dengan rock Crawling yang lebih mengunggulkan torsi mesin ketimbang horsepower. Karena pada offroac Rock Crawling, bukan kecepatan yang dinilai. Mesin pada kendaraan Rock Racing mampu menghasilkan tenaga diatas 650 horsepower dan digeber hingga 160km per jam diatas permukaan pasir bergelombang. Jenis mesin yang banyak digunakan adalah mesin berkonfigurasi V8 dengan kapasitas diatas 5000cc.

SUSPENSI :
KLIK GAMBAR>>
Suspensi menjadi bagian yang penting, bukan hanya pada Rock Racing, tetapi hampir di semua jenis offroad. Pada Rock Racing, penggunaan jenis suspensi tidak dibatasi. Kebanyakan peserta menggunakan suspensi yang terdiri atas kombinasi bypass shock dan coil over shock. Tentunya hal tersebut tidak berbeda dengan Rock Crawling maupun Offroad Racing, yang membedakan adalah setting daripada suspensi tersebut. Setting suspensi untuk Offroad Racing cenderung keras demi kestabilan pada kecepatan tinggi, sementara rock Crawling cenderung lebih lentur agar mendapatkan traksi yang optimal saat memanjat batu. Untuk Rock Racing, setting suspensi harus dapat mengakomodir kedua jenis offroad diatas. Sehingga banyak modifikator yang berlomba-lomba untuk membuat kendaraan Rock Racing. Merek shock yang banyak digunakan adalah Fox shox, King Shocks, Radflo, Race Runner, dll.

KONSTRUKSI
KLIK GAMBAR>>

Rangka serta desain bodi kendaraan Rock Racing sangat mirip dengan kendaraan Rock Crawling. Rangka menggunakan pipa berbahan chromoly yang dibungkus dengan bodi fiberglass. Tetapi mayoritas kendaraan Rock Racing menggunakan kabin berkursi ganda, yang diisi oleh Driver dan Co-Driver. Peran seorang Co-Driver pada offroad Rock Racing bukan hanya semata sebagai penunjuk jalan di medan gurun pasir, tetapi juga membantu Driver dalam melakukan recovery dengan menggunakan winch, saat terjadi stuck di tumpukan bebatuan.
Penggunaan ban yang tepat membantu kita menjaga traksi agar tetap optimal di permukaan batu, tanah, maupun pasir. Rock Racing membebaskan para peserta dalam memilih ukuran ban yang akan mereka pasang di kendaraannya. Sama seperti Rock Crawling, kebanyakan peserta pada event Rock Racing menggunakan ban offroad yang memiliki ukuran 37 inch hingga 44 inch. Ban yang mereka gunakan adalah ban offroad yang berspesifikasi khusus untuk Rock Crawling. Ban jenis ini memiliki kompon yang sangat lunak sehingga dapat dengan mudah mencengkram diatas batu. Tetapi tidak sedikit juga peserta yang menggunakan ban offroad berspesifikasi khusus Offroad Racing. Ban jenis ini memiliki jumlah ply yang sangat banyak, sehingga memiliki ketahanan ekstra dalam melibas permukaan offroad pada kecepatan tinggi. Oleh karena itu, penggunaan ban yang paling optimal untuk Rock Racing kembali lagi ke peserta itu sendiri.




No Boundaries

IMG_9280Salah satu keunggulan mobil offroad adalah tidak ada batas apapun.Dan ini di buktikan oleh Suzuki Jimny Jangkrik yang satu ini. Walaupun secara dimensi mobil ini sangat mini apalagi jika dibandingkan dengan mobil offroad lain seperti FJ40, CJ7, Cherokee, Land Rover dan lain-lain, tentu saja jangkrik ini membuat orang akan under estimate.”weiitss, justru yang dianggap kelemahan itu bisa kita jadikan kelebihan” demikian terang Vido,offroader kawakan yang juga pemilik mobil ini.Kecil dan ringan itu membuat mobil ini menjadi unggul. Dengan sentuhan yang tepat sana-sini,jangkrik ini akan siap menerkam lawan yang mempunyai bodi dan mesin jauh lebih besar.
Langkah pertama adalah memperkuat struktur bodi dengan sisyem tubular. Tujuannya agar bodi lebih rigid IMG_9279dan mampu diajak bermanufer ekstrim.
Butuh pengorbanan? Jelas…radiator dipindahkan kebelakang lengkap dengan extra fan nya, tujuannya agar ketika terjadi benturan keras,mesin masih bisa berfungsi dengan suhu yang baik. Sebagai penyeimbang, winch Warn di posisikan di belakang.”jadi klo kita jump, mobil nggak nukik mas” terang Vido lagi.Untuk melengkapi itu semua, ban diganti ukuran 31 lansiran Simex Trekker yang memang cocok untuk urusan adventure ekstrim. Shockbreakernya menggunakan coil over Nitrogen buatan Negara tetangga, Thailand. Hasilnya, jarak traveling bodi jadi jauh lebih baik, pengendalian yang mantap dan mampu diajak pada manuver ekstrim sekalipun seperti jumping misalnya tanpa takut sedikitpun.
Karena kapasitas mesin asli hanya 800cc, maka diputuskan mengganti mesin Suzuki Katana 1000cc yang sudah di rekondisi total tentunya dan siap untuk diajak beraksi. Hasilnya…no boundaries lah….
Specification :
Engine 4 cyl in line Suzuki Katana 1000 cc, rekondisi, custom radiator Exterior full tubular body, aluminium bordes, winch Warn Kaki-Kaki ban 31 Simex Trekker, velg Taft GT, nitrogen Shock, final gear Interior Jok semi bucket, Sparco steering wheel, custom panel, custom dashboard
Copy of IMG_9289IMG_9304IMG_9277

Mobil Offroad Baru dari Tiongkok


JAKARTA- Mobil-mobil offroad rasanya kini semakin marak. Setelah Komodo yang berhasil lahir dari kreasi anak-anak bangsa, kini hadir mobil offroad lain dari PT Maha Era Motor (Mahator).

Namanya cukup unik, yakni Karat. Mahator sendiri sebenarnya sudah melanglang buana di industri automotif Tanah Air sejak 1996. Namun saat itu produsen yang memiliki pabrik perakitan di Cikampek, Jawa Barat ini menyasar segmen sepeda motor.

"Ya, dulu kita memang bermain di roda dua, sampai sekarang juga tetap ada perakitan sepeda motor, tapi kita juga merambah ke mobil karena kita dituntut untuk terus berkembang," ucap Director Mahator, Bambang Sungkono ketika ditemui di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jakarta.

Mahator Karat, katanya merupakan produk asal Negeri Tiongkok. "Tapi produk kita punya banyak keunggulan dibanding mobil offroad lain," tambahnya.

Keunggulan tersebut tutur Bambang misalnya saja desain windscreen yang lebar sehingga pandangan pengemudi lebih leluasa, rangka yang kuat, suspensiy ang empuk, bak yang dilengkapi sistem hidraulik, dan juga sistem penggerak empat roda dan dua roda (4WD dan 2WD), hingga penggunaan pelak aluminium yang ringan namun kuat.

Sementara untuk mesinnya, Mahator menggunakan sumber tenaga berkapasitas 669 cc liquid cooled 4 tak satu silinder. Dengan mesin ini mobil yang sanggup dipakai untuk pertambangan, perkebunan atau bahkan di pantai itu bisa menghasilkan tenaga sebesar 25 kW pada 5.000 rpm dengan torsi 49 Nm di 5.000 rpm.

Agar mampu melintasi medan-medan ekstrim, Karat dibekali suspensi independent double swing arm baik diroda depan maupun belakang. Kaki-kaki ini disandingkan dengan ban berukuran 25x8-12 di depan dan 25x10-12 dibelakang.

Dengan panjang 3.010 mm, lebar 1.460 mm, dan tinggi 1.840 mm, Mahator Karat memang terlihat cukup bongsor. Namun ini tentu membuat dua penumpangnya lebih nyaman ketika berada di kabin kendaraan tersebut.

Tertarik? Bambang mengungkapkan mobil offroad ini dibanderol dengan harga Rp100 juta, dengan pilihan warna merah, biru, hitam, hijau tua, dan kuning. "Tapi kita belum resmi diluncurkan, mungkin beberapa bulan lagi, tapi kalau yang mau pesan sudah bisa," tutupnya

Teknik Dasar Drifting

Drifting merupakan teknik menyetir di mana pengemudi berusaha membuat agar mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur selama mungkin. Biasanya para drifter (pembalap drifting) hanya menggunakan gigi dua dan rem tangan (hand brake) untuk menunjukkan teknik tingkat tinggi ini, karena itulah sangat dibutuhkan keahlian tertentu dan disiplin yang cukup tinggi untuk dapat menguasai teknik mengemudi seperti ini.

Saat ini Drifting sudah menjadi olah raga profesional yang berjalan di bawah bendera D1 Grand Prix tapi sayangnya, sampai saat ini Drifting belum mendapat pengakuan dari FIA (payung besar road race untuk kompetisi balap mobil yang membawahi ajang-ajang balap mobil semacam F1, A1, F3, F3000, GoKart dan World Rally).

Awal mula 
Drifting tumbuh di Jepang sekitar petengahan 1960-an, dipelopori kalangan motorsport underground yang dijuluki rolling zoku. Mereka mempraktikkan teknik opposite-lock dari reli ini di jalan pegunungan (touge) yang berkelok-kelok dan beraspal licin di wilayah Rokkosan, Hakone, Irohazaka dan Nagano.

Pada tahun 1970-an, Kunimitsu Takahashi, yang merupakan pembalap F1 legenda Jepang, mendapatkan inspirasi ketika ia mencoba bagian depan mobilnya mengikuti apex (titik paling pinggir dari sebuah tikungan) dengan kecepatan tinggi dan menggunakan rem tangan untuk mengikuti tikungan itu.

Pada tahun 2001, Daijiro Inada (pendiri Option Magazine dan Tokyo Auto Salon) bersama Keiichi ‘Dorikin’ (Raja Drifting) Tsuchiya (pembalap turing dan juga ‘Bapak Drifting Profesional’) membuat seri kompetisi drifting profesional, D1 Grand Prix (D1 GP).

Jenis Mobil Untuk Drifting
Biasanya mobil-mobil yang diturunkan dalam ajang drifting adalah mobil-mobil yang berbobot ringan hingga sedang dengan tipe coupe/sedan dan menggunakan penggerak roda belakang atau FR (front engine, rear-wheel-drive) seperti Nissan Skyline, Nissan Sylvia, Toyota Mark II, Toyota Corolla DX, dan Toyota Levin/Sprinter Trueno (AE86). Soalnya pada mobil jenis ini tenaga untuk sliding selalu disalurkan oleh roda belakang, sedangkan roda depan dimanfaatkan untuk mengontrol mobil/drift.

Tapi saat ini, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mobil-mobil yang menggunakan tipe penggerak seluruh roda FA (front engine, all-wheel-drive) semacam Subaru Impreza WRX STi dan Mitsubishi Lancer Evolution dan penggerak roda depan FF (front engine, front-wheel-drive) juga ikut turun dalam ajang drifting. Kesulitan akan didapat apabila memakai mobil dengan penggerak roda depan atau FF, dimana tenaga dan kontrol ada di roda depan sehingga agak susah untuk menaklukkan beberapa tikungan sekaligus. 

Teknik Dasar Drifting
Teknik drifting dilakukan dengan cara membiarkan ban belakang slip dengan alur yang lebih besar daripada ban depan. Ini biasanya terjadi saat mobil dipacu dengan kecepatan tinggi, kemudian arah dibelokan tanpa mengurangi kecepatan mobil. Jika teknik drifting dilakukan dengan tidak tepat, bisa menyebabkan mobil melintir dan kehilangan kendali. Karena itu, kecepatan dan sudut belokan harus diambil secara akurat.

Ada dua teknik utama yang digunakan oleh drifter untuk menciptakan gerakan drift yaitu Clutching (penggunaan kopling) dan braking (penggunaan rem). Dalam teknik clutching, saat mobil pembalap mendekati tikungan, ia akan menekan kopling dan pindah ke gigi 2. Lalu pembalap akan menekan gas sampai sekitar 4500 rpm. Saat kopling dilepas, akan ada putaran kuat pada ban karena saat itu mesin sedang berputar cepat. Kekuatan besar mendadak ini membuat ban belakang berputar sangat cepat sampai kehilangan traksi dan bagian belakang mobil akan melintir.

Sementara dalam teknik braking, pengemudi menarik rem tangan saat memasuki tikungan sehingga menyebabkan ban belakang terkunci dan kehilangan traksi dan menciptakan gerakan drift. Teknik ini adalah satu-satunya teknik yang bisa digunakan untuk mobil-mobil front wheel-drive (FWD). Sementara untuk mobil rear wheel-drive (RWD) memiliki setidaknya satu lusin teknik. Inilah sebabnya lebih banyak pro drifter yang menggunakan mobil rear wheel drive (RWD) untuk dibesut.
HandBrake Drift
Kopling diinjak dan disaat bersamaan hand-brake ditarik untuk menghilangkan traksi. Ketika traksi sudah hilang, kopling di lepas dan pedal gas ditekan sambil lakukan countersteering.
Power Slide
Syaratnya butuh mobil dengan mesin bertenaga besar. Caranya hanya dengan membejek pedal gas habis dan mengontrol arah mobil dengan setir.
Shift Lock
Drifting dengan cara menurunkan posisi gigi jadi lebih rendah. Hal ini membuat ban mengunci sehingga traksi hilang.
Clutch Kick
Drifting dengan cara menendang kopling segingga menimbulkan guncangan pada transmisi sehingga mempengaruhi keseimbangan mobil. Hal ini bakal membuat mobil slidding.
Braking Drift
Caranya saat masuk tikungan pedal rem diinjak sehingga bobot pindah ke depan. Kemudian pedal gas langsung dipijak sehingga ban belakang kehilangan traksi.
Feint/Scandinavian Flick
Caranya dengan memindahkan bobot kendaraan ke luar dengan cara memutar setir ke arah luar tikungan dan dengan tiba-tiba memutar balik setir sehingga bagian belakang mobil bergeser. Teknik ini seperti cara menikung mayoritas pereli.
Kansei/dynamic drift
Drifting dengan cara mengangkat pedal gas saat kecepatan tinggi. Ini terjadi karena saat pedal gas diangkat bobot pindah dari belakang ke depan.

Saat drift sudah tercipta dengan melakukan teknik yang benar, maka yang selanjutnya harus dilakukan adalah menjaga agar mobil tetap terkontrol. Untuk yang satu ini diperlukan keahlian dari si pengemudi dalam mengontrol kombinasi 
antara gas dan setir

Image

Ilustrasi ini memberikan sense yang bagus dari pengemudian dan menginjak pedal gas yang harus anda mengerti untuk menjaga mobil anda ketika melakukan drifting. Ketika menggerakkan mobil dari sudut full drift satu arah ke full drift ke arah yang berlainan, persiapkan untuk bagian belakang yang akan datang dengan tekanan yang berlebih ketika memulai drift dari arah depan. Berikan diri anda banyak ruang untuk menguasai teknik anda agar anda tidak lepas kendali atau menjadi sesuatu yang tidak dapat bergerak.

1.keraskan kemudi (steer hard) sewaktu membelok untuk mulai meluncur, kemudian lakukan banting-kemudi (countersteer) sebelum mobil keluar jalur
2.lanjutkan membanting-kemudi (countersteering) untuk mempertahankan laju luncuran. Ini merupakan tindakan untuk menyeimbangkan
3.sekarang anda mempersiapkan untuk tikungan selanjutnya. Tujuannya adalah agar dapat men-drift sepanjang lintasan yang dilalui tanpa meluruskan mobil selama beberapa saat ketika bagian belakang (buritan) mengayun 
4.anda harus memacu kecepatan sekarang, jadi persiapkan untuk membejek gas yang bertujuan untuk menjaga roda bagian belakang tetap meluncur. Traction kills drift!
5.Inilah saat-saat yang tersulit. Menjaga bagian belakang (buritan) tetap meluncur melalui tikungan sangat mudah, tapi men-drift terus pada lintasan lurus yang cukup berat. Pada saat anda kehilangan momentum, posisi mobil akan lurus kembali, tapi anda akan terkejut berpa lama anda dapat mempertahankan posisi meluncurnya. Semoga berhasil!